Langsung ke konten utama

Metode Tafsir


METODOLOGI TAFSIR



A. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan metodologi penafsiran dalam hal ini ialah cara-cara menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara tertentu.
Para ulama yang telah melakukan penelitian pada beberapa kitab tafsir Al-Qur’an, sedikitnya telah membagi menjadi empat penafsiran yaitu : Tahlili, Ijmali, Muqarin, Maudu’i.

B. MODEL PENYUSUNAN TAFSIR
Yang dimaksud dengan penyusunan tafsir disini adalah jalan yang ditempuh para mufasir didalam menyusun tafsir Al-Qur’an. Pada dasarnya penyusunan tafsir Al-Qur’an dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :

1. Sederhana
Yaitu penyusunan tafsir yang dilakukan dengan menggunakan atau mengemukakan segi-segi penafsirannya, dan biasanya hanya memberikan kata-kata sinonim dari lafal-lafal ayat yang perlu dijelaskan saja. Dan penjelasan dilakukan dengan seperlunya saja.
Penafsiran semacam ini dapat ditemui pada tefsiran-tafsiran Nabi dan para sahabat, yang biasanya hanya memberi keterangan tentang maksud kata pada ayat-ayat yang sukar saja dengan menjelaskan dibelakang kata-kata yang sukar tersebut.

2. Sedang
Yaitu penyusunan tafsir Al-Qur’an yang dilakukan dengan menggunakan dua atau tiga segi penafsiran saja. Misalnya Mufasir hanya menerangkan kata-kata Mufradat, sebab-sebab turunnya ayat dan sedikit tafsiran kalimat-kalimatnya.
Cara penyusunan tafsir semacam ini biasanya dipakai oleh sebagian sahabat dan tabi’in. Mereka mulai menambahkan sedikit keterangan yang disisipkan ditengah-tengah ayat Al-Qur’an.

3. Lengkap
Yaitu penyusunan tafsir Al-Qur’an yang dilakukan dengan menggunakan dari berbagai segi penafsiran, misalnya dari segi kata Mufdarat, I’rab bacaannya, sebab turunnya ayat, hubungan ayat-ayat yang ditafsirkan, hukum-hukum yang dikandungnya, penafsiran kalimat demi kalimat dan segi-segi yang lain.
Penyusunan tafsir yang demikian banyak dilakukan oleh sebagian Mufasir dari tabiit tabi’in dan para ulama Mutaqaddim pada umumnya.
Penafsiran-penafsiran mereka biasanya disusun tanpa dipisah-pisahkan dari segi-segi penafsiran yang ada didalamnya, melainkan disambungkan tanpa memberikan judul-judul khusus.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep Brownis kering nikmat badai

BRONIES KERING Ni resep yg q pake kemarin bun Bahan: 3 butir telur 1 sdt bp 200 gr gulpas 1 sachet SKM coklat 1 sachet coklat bubuk 1/2 gelas minyak goreng Vanili 200 gr tepung Terigu 1 sdm susu bubuk (bisa di skip) 1 sdm maizena (bisa di skip) Carbut: Mix telur, gulpas, bp, coklat bubuk, sampai kira2 lembut gulanya, masukan maizena, susu bubuk, SKM, minyak, mix sebentar. Terakhir masukan terigu sedikit 2. Adonan jangan terlalu keras ya bun. Kaya mau buat bolkus aja Masukan ke cetakan, panggang

Kartun KIsah kebaikan dan keberanian Ali Bin Abu Thalib

Dasar dasar BK

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Keberadaan Bimbingan Konseling di sekolah itu sangatlah diperlukan. Latar belakang perlunya Bimbingan Konseling di sekolah yaitu, tiap individu ingin memenuhi kebutuhan; tiap individu terdapat perbedaan; tiap individu ingin berkembang; masalah penyesuaian diri; proses belajar mengajar; perkembangan pendidikan; peranan guru; perkembangan sosial budaya; dan masalah yang dihadapi setiap individu. Untuk lebih memahami tentang Bimbingan Konseling, terlebih dahulu memahami pengertian dari Bimbingan Konseling itu sendiri. Selain itu di dalam penyelenggaraan layanan dan kegiatan Bimbingan dan Konseling didasarkan pada prinsip-prinsip bimbingan, juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Apa  pengertian Bimbingan Konseling ? Apa saja asas-asas Bimbingan Konseling ? Apa saja prinsip-prinsip Bim...