Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

İbunda tau

PUISI CUMA EMAK YANG TAHU Saat emak baru saja memejamkan mata........., pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya......., dalam keadaan mengantuk anak pun harus digendong sepenuh cinta...... bagaimana rasanya....? Cuma emak yang tahu rasanya..... Saat lapar melanda terbayang makanan enak di atas meja......, ketika suapan pertama anak pup dicelana......, bagaimana rasanya....? Cuma emak yang tahu rasanya..... Saat badan sudah lelah tak ada tenaga......, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada...., mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya....., belum sempat sabunan anak sudah nangis berantem rebutan boneka....., kacaulah acara mandi emak....., langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya...., bagaimana rasanya? Cuma emak yang tahu rasanya....., Saat emak ingin beribadah dengan khusuknya....., anak-anak mulai mencari perhatian....., menarik-narik mukena,mengacak-ngacak lemari baju mumpung emak tak berdaya...., loncat sana loncat sini punggung emak...

Menghantui Diri

Dalam pekatnya malam yang suram Gelapnya memenuhi tiap sanubari Hati bergejolak kencang menghantam Penuh dahaga mengais nikmat Berpikir keras merakit arah Menanamkan benih benih cita Menaburkan air penuh asa Menanti dalam usaha panjang Menahan musuh abadi yang terkuat Tak dapat daku musnahkan Meski harus cucurkan keringat hingga darah Semua demi membuat celah Dalam pekatnya malam dalam anganku Dimana tak kutemui kepastian Kepastian jalan kutempuh Demi masa depan kelak Sungguh Penuh asa hidup seharusnya Bila kau tak ingin terdampar dalam comberan penuh nista dan gelapnya dirimu

Senyum Buta

Seberkas cahaya nampak Menarik hati berkunjung Membawa harapan Mengusung puluhan cita Tawa dan duka ku pendam Ingin ku lepas dalam kilau Yang butakan mata Membuat senyum nyata Harap cemaskan berlalu Menebar jalan baru Siap daku berkelana Kala semuax Semuanya sampai Peraduan penuh cahaya Senyum manis darinya Menghantarkanku pada cahaya Dimana ku buta dahulu Kini buta tanpa cahayamu Senyum yang indah dahulu Kini berlalu penuh makna

Puisi Selepas Ruh

Selepas ruh nan di kandung Berlepas pula usaha Menebar kasih menanam bakti Mengukir kemampuan diri Selepas ruh dari raga Mata terpejam Jantung berhenti Dan nafas tak lagi berhembus Lepaslah kau kembali Kembali pada dimana kau berasal Meski kian banyak air mata Tumpah hingga waktu Dimana semua telah berlalu Lepas  semua lepas Hanya pertanyaan Apa daku mampu Menanggung hal yg tlah terbuat By.Brian

Puisi "Mencoba Tegar"

Tak membuatmu nyaman dalam tiap waktu Meski kau salalu mencoba tenang Tenang dalam kumpulan kepalsuan Yang kau tunjukkan Tampak megah bak istana tampak kokoh bak Tembok Penghalang Namun ringkih serapuh kapas nan tertelan arus air kencang Mencoba tegar kata yang kau sampaikan Menutupi apa yang ada di benakmu Membuang rasa mu jangan kau bohongi dirimu Buatlah dirimu sekuat apapun namun jangan keraskan hatimu Disanalah kau tampak lebih berharga By.Brian